Cara Menghasilkan Uang Tanpa Modal Dengan Dropship

Kembali lagi dengan Rafflesiatekno.com, Kali ini admin akan memberikan tips atau jawaban bagaimana cara menghasilkan uang tapi tidak dengan modal. Dan Usaha ini kita bisa lakukan dengan diam dirumah saja.

Adapun kita keluar rumah itu hanya jika kita mau tawarkan barang yang kita jual disekitaran lingkungan rumah. Dan saat melakukan COD jika ada pemesanan secara COD ( Cash On Delivery ).

Sebelum admin membahas cara kerjanya disini admin akan memberikan penjelasan terlebih dulu, apa yang dimaksud dengan dropship?.

Pengertian dropship

Dropship adalah cara pemasaran produk atau barang, dimana penjual tidak perlu membeli dan menyimpan barang yang akan dipsarakan. Jadi intinya kita tidak harus buka toko dan membeli barang-barang untuk djual. Kita hanya cari pembeli setelah ada orderan, penjual hanya tinggal meneruskan order dan detail pengiriman barangnya ke supplier/yang punya toko. Dan setelah itu supplier/toko yang memproses pengiriman.

Baca Juga  Kumpulan Kode Promo Webtoon Mei 2020

Baca Juga: Kumpulan Kode Promo Webtoon Mei 2020

Terus bagaimana keuntungan dari penjual?

Keuntungan dari penjual atau bisa disebut (droppshipper). Kita menjual barang dari supplier ke pembeli tentunya dengan harga yang berbeda. Dengan contoh harga barang yang disediakan oleh supplier/toko itu khusus, misalkan Rp. 30,000 dan kita jual ke pembeli dengan harga yang kalian inginkan mislakan jadi Rp. 35,000. Jika keuntungan sedikit kita jangan melihat dari segi besar kecilnya, karena jika orderan banyak akan banyak pula keuntungan.

Dropship tidak harus mengambil keuntungan besar karena?

Karena semakin banyak persaingan berbisnis dalam dunia usaha online mempunyai banyak pesaing. Jadi untuk senjata jitu kalian agar tetap banyak orderan harus bisa meminimalkan keuntungan.

Baca Juga  Census Army Bahasa Indonesia Sensus BTS 2020

Dan ini kalian tidak harus mengeluarkan modal. Hanya dengan bermodalkan Smartphone atau Laptop/PC dan jaringan internet. Karena bertugas sebagai tenaga pemasaran dan melayani pembeli dalam hal berkomunikasi. Dropshipper tidak perlu membeli barang, tidak perlu melakukan stok, tidak perlu melakukan packing dan pengiriman barang, semua proses tersebut dilakukan oleh supplier.

Perbedaan dropship dan reseller

Dan disni kalian jangan sampai salah mengertikan apa itu dropship dan reseller, Karena banyak orang yang mengatakan dropship dan reseller itu sama. Padahal arti keduanya itu berbeda.

Baca Juga: Kumpulan Kode Promo Webtoon Mei 2020

Karena Kalau reseller harus membeli barang terlebih dahulu dari supplier dan menyimpan (stok) barang sebelum dipasarkan.

Baca Juga  Google Adsense Adalah? Cara Kerja dan Panduan Untuk Pemula

Kelebihan Usaha Dropship

Modalnya kecil, untuk memulai bisnis dropship ternyata modalnya sangat kecil, bahkan nyaris tanpa modal. Alasannya, kita tidak perlu membeli barang terlebih dahulu, dan tidak perlu lahan/ gudang untuk menyimpan barang yang dijual.
Cenderung mudah dijalankan, usaha dropship cenderung mudah dikerjakan oleh siapa saja karena prosesnya sederhana dan singkat. Bagian tersulitnya adalah menemukan supplier terbaik dan proses pemasaran produk di internet.
Biaya operasional kecil, biaya operasional bisnis dropship secara online termasuk sangat kecil karena tidak perlu menyewa toko fisik. Namun tentu saja biaya internet, listrik, dan pengeluaran lain harus diperhitungkan.
Risiko kecil, pada sistem dropship, ketika barang rusak atau tidak terjual maka si penjual tidak akan kehilangan apapun. Itulah sebabnya mengapa bisnis ini risikonya sangat kecil.
Kerja fleksibel, pada dropship online si penjual dapat menjalankan usahanya dari mana saja dan kapan saja. Namun, tentu saja penjual harus memiliki perangkat laptop atau smartphone dan juga koneksi internet yang stabil.

Kekurangan Usaha Dropship

Persaingan ketat, karena dianggap bisnis yang mudah dan murah, banyak orang yang juga menjalankan bisnis yang sama bahkan menjual barang yang sama. Hal ini menimbulkan persaingan yang samakin besar, Untuk itu kita harus meminimalkan keuntungan agar tetap bertahan.
Keuntungan relatif kecil, persaingan yang ketat antar penjual membuat sebagian orang menurunkan harga. Dengan adanya persaingan harga tersebut maka keuntungan dari setiap item yang dijual menjadi lebih kecil.
Sulit mengelola stok barang, ini sering terjadi bila pemilihan produknya masif sehingga sulit mengetahui stok barang yang masih tersedia di supplier. Pada akhirnya akan membuat penjual sulit mengembangkan usahanya.
Kompleksitas pengiriman, ketika penjual memasarkan produk dari beberapa supplier, hal tersebut akan menyebabkan membengkaknya biaya pengiriman. Misalnya, customer memesan 4 barang yang masing-masing disediakan oleh tiga supplier berbeda, maka biaya pengirimannya tidak bisa disatukan dan menjadi lebih mahal.
Menerima komplain, penjual merupakan pihak yang berhubungan langsung dengan customer. Tidak perduli bila kesalahan dilakukan oleh supplier atau jasa pengiriman barang, yang akan menerima komplain adalah si penjual.
Kontrol merek rendah, penjual tidak dapat menggunakan kemasan khusus atau menyertakan produk gratis (misalnya sticker promosi) pada barang yang dibeli customer karena proses packing dan pengiriman dilakukan oleh supplier.

Nah, itulah yang bisa admin berikan informasi untuk kalian semua yang ingin memulai usaha di media online. Dan apapun yang admin jelaskan diatas semua itu kembali kepada kita, Dimana ada kemauan pasti disitu ada jalan. Jadi tetaplah bersemangat.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan untuk kalian semua. Terimakasih sudah berkunjung ke Rafflesiatekno.com

You May Also Like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *